Properti Indonesia: Pemulihan pada 2026?

Ketika pasar properti residensial Indonesia beradaptasi dengan perubahan, tahun 2026 diperkirakan akan membawa pemulihan yang signifikan. Sektor ini telah menghadapi tekanan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, tetapi sekarang pergeseran positif muncul. Menurut laporan Pinhome Indonesia untuk semester kedua 2025, pergeseran signifikan terjadi di sektor perumahan sekunder. Inventaris perumahan primer turun 14% setiap bulan, sedangkan inventaris perumahan sekunder meningkat 5%. Tren ini terutama terlihat di daerah sekitar Jakarta. Kondisi ekonomi mendorong banyak pemilik properti untuk menjual aset demi menjaga likuiditas. Perilaku konsumen berubah ketika pembeli sekarang lebih tertarik pada kredit untuk perumahan sekunder, memilih jangka waktu yang lebih lama dan jumlah yang lebih rendah. Kepala ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mencatat bahwa pemulihan juga terlihat di luar Jawa, di mana permintaan perumahan terus tumbuh. Meskipun prospek optimis, tantangan tetap ada, seperti keterjangkauan dan distribusi perumahan yang tidak merata. Kunci untuk mengatasi tantangan ini adalah kolaborasi dalam pembiayaan dan infrastruktur.






