Musim Liburan Dimulai: Visa Peringatkan Penipuan

Menjelang musim liburan sekolah dan akhir tahun, Visa Inc mendorong konsumen di Indonesia untuk tetap waspada terhadap potensi skema penipuan selama musim liburan ini. Riko Abdurrahman, Presiden Direktur Visa Indonesia menekankan bahwa para penjahat siber telah bersiap untuk waktu ini sepanjang tahun. Dengan meningkatnya transaksi, jumlah penipu juga meningkat, memanfaatkan baik metode pencurian data online maupun fisik. Salah satu langkah perlindungan utama, Visa menyoroti pentingnya memeriksa keaslian toko ritel yang dipilih konsumen untuk berbelanja, baik secara online maupun offline. Ini melibatkan penelitian yang cermat sebelum membeli dari toko yang belum dikenal. Selain itu, konsumen harus memastikan penggunaan situs web yang aman saat membayar online, ditandai dengan URL yang dimulai dengan ‘https://’. Saat berbelanja, hindari koneksi Wi-Fi publik karena rentan terhadap peretasan yang menyebabkan pencurian data. Laporan Holiday Edition Threats dari Visa merinci peningkatan berbagai taktik penipuan yang harus diwaspadai konsumen. Ini termasuk kemajuan dalam phishing, memanfaatkan AI untuk menyusun penipuan yang sulit dikenali pengguna. Skimming di ATM dan terminal point-of-sale juga diperkirakan meningkat dengan meningkatnya lalu lintas belanja di dalam toko. Selain itu, ada peningkatan aktivitas dalam melewati keamanan OTP (one-time passcode) dan bahkan pencurian fisik di area yang ramai. Visa telah membantu secara proaktif memblokir aktivitas penipuan senilai US$30 miliar dalam enam bulan pertama tahun 2023. Mereka telah menginvestasikan lebih dari US$10 miliar dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan pencegahan penipuan dan menjaga keamanan jaringan. Konsumen memainkan peran penting dalam pencegahan penipuan, menjadi garis pertahanan pertama. Musim liburan ini, peningkatan aktivitas konsumen menjadi target yang menguntungkan untuk penipuan. Penting untuk tetap waspada, kritis dalam mengevaluasi penawaran, melindungi informasi pribadi, dan tetap terinformasi tentang potensi ancaman.

