Insiden Smart Air Jadi Alarm: DPR Soroti Keamanan Bandara di Wilayah 3T

Peristiwa mengejutkan yang melibatkan Smart Air di Papua Selatan, di mana pesawat ditembak oleh kelompok bersenjata, telah menimbulkan keprihatinan serius di kalangan anggota Komisi V DPR RI. Danang Wicaksana Sulistya, perwakilan senior komisi tersebut, secara mendesak meminta pemerintah untuk meningkatkan keamanan di jalur udara terpencil yang dikenal sebagai wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Perwakilan komisi itu menekankan peran tak tergantikan dari konektivitas udara untuk daerah-daerah ini, yang menyediakan pasokan sumber daya penting dan sarana penghidupan. Insiden ini telah menarik perhatian publik secara luas, bahkan hingga komisaris polisi, yang berjanji untuk mengidentifikasi dan menghukum pelaku.

