Indonesia Menargetkan 17,6 Juta Wisatawan di 2026, Mengandalkan AI dan Memprioritaskan 15 Negara
Pada tahun 2026, Kementerian Pariwisata Indonesia memiliki target ambisius: menarik lebih dari 17,6 juta wisatawan mancanegara. Untuk mencapai tujuan ini, kementerian menerapkan teknologi canggih, termasuk kecerdasan buatan (AI), dan berencana untuk fokus pada 15 pasar utama pariwisata.
Firnandi Gufron, Asisten Deputi untuk Strategi dan Komunikasi di Kementerian Pariwisata, menyoroti arah utama untuk 2026 selama presentasi ‘Tourism Industry Outlook 2025’. Penggunaan AI akan memainkan peran penting dalam perencanaan dan pemesanan perjalanan, sejalan dengan tren global digitalisasi perjalanan. Sekitar 54% wisatawan beralih dari mesin pencari tradisional ke AI untuk informasi perjalanan yang akurat.
Faktor penting lainnya adalah fokus yang meningkat pada aspek keberlanjutan pariwisata Indonesia, yang mencerminkan megatren global menuju keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, fleksibilitas, dan perlindungan lingkungan. Selain itu, kementerian berencana untuk menekankan penawaran yang dipersonalisasi bagi wisatawan, dengan pemahaman bahwa 93% responden mempercayai AI untuk informasi perjalanan yang andal.
Program utama untuk 2025 tetap ‘Wisata Bersih’, ‘Pariwisata 5.0’, ‘Promosi Nilai Nasional Melalui Acara’, dan pengembangan desa wisata. Pada tahun 2026, tujuan untuk menjadi lebih menarik bagi wisatawan akan diperkuat dengan meningkatkan keselamatan dan pengawasan di resor untuk menghindari situasi yang dapat mengancam wisatawan.
Kementerian akan fokus mempromosikan pariwisata di 15 negara, yang secara tradisional menjadi sumber pengunjung terbesar. Di antaranya adalah tetangga seperti Malaysia dan Singapura, serta pasar utama seperti China, India, dan Eropa. Perhatian khusus akan diberikan kepada segmen pariwisata massal dan premium, melayani wisatawan kaya yang lebih menyukai perjalanan jarak jauh dari Eropa dan AS dan bersedia menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk perjalanan mereka ke Indonesia.
Dengan demikian, Indonesia tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi juga meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan, menjadikan negara ini pemain yang lebih menonjol di kancah pariwisata global.






