Posisi Undervalued: Bagaimana Proyek Baru Mendukung Developer Indonesia di 2026

Pasar properti Indonesia bersiap untuk pencapaian baru pada 2026 meskipun kondisi menantang di tahun sebelumnya. Pada 2025, total pre-sales agregat turun 7% menjadi IDR 24 triliun. Namun, analis memperkirakan pertumbuhan pada 2026, didorong oleh rencana peluncuran proyek baru yang luas. Berbagai pengembang, termasuk PT Summarecon Agung Tbk dan PT Bumi Serpong Damai Tbk, telah mengumumkan proyek ambisius yang siap meningkatkan kinerja keuangan mereka secara signifikan. Sektor properti Indonesia diperdagangkan dengan harga terendah di kawasan ini dengan rasio P/E 7,4 dan P/B 0,6. Pun demikian, sektor ini terus menunjukkan ROE yang solid dan tingkat leverage rendah. Analis mencatat bahwa situasi saat ini memberikan peluang pasar bagi investor dengan pandangan jangka panjang. Sentimen secara keseluruhan tetap positif karena imbal hasil yang menarik dan prospek pertumbuhan. Pada 2026, diperkirakan ada peningkatan signifikan dalam prakiraan pra-penjualan, didorong oleh pipeline proyek yang kuat dan sentimen pasar. Dalam menghadapi prospek yang menjanjikan ini, investor disarankan untuk fokus pada empat saham properti utama: BSDE, PWON, CTRA dan SMRA.






