Indonesia Tegaskan Ketahanan Ekonomi dan Kerja Sama Strategis di MarkPlus Conference 2026
Di tengah perubahan ekonomi global, Indonesia menekankan pentingnya ketahanan ekonomi dan kerjasama strategis pada MarkPlus Conference 2026. Acara ini, yang diadakan di Jakarta, menghimpun para pakar ekonomi, pengusaha, dan perwakilan pemerintah untuk membahas jalur utama peningkatan daya saing ekonomi Indonesia. Fokus utama adalah pada transisi menuju model bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif, upaya transformasi digital, dan penerapan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Wakil Deputi Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo Simbolon, memaparkan pentingnya meninggalkan metode birokratis yang usang menuju operasi yang lebih gesit dan responsif. Pengenalan AI dalam proses bisnis menjadi topik penting, karena dapat memfasilitasi respons pasar yang lebih cepat dan adaptif.
Hubungan internasional memainkan peran penting dalam strategi pembangunan Indonesia. Tiongkok, sebagai mitra dagang utama Indonesia, tetap menjadi pasar penting untuk ekspor dan impor negara. Selama lima tahun terakhir, volume perdagangan dengan Tiongkok secara konsisten meningkat dan terus berkembang.
Kebijakan domestik bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan dan menambah nilai tinggi pada sumber daya melalui pengolahannya menjadi barang yang banyak diminati seperti panel surya dan semikonduktor. Penandatanganan nota investasi dengan Tiongkok pada November 2025 merupakan langkah penting dalam arah ini.
Strategi AI yang mencakup hingga tahun 2045, mencakup kerangka kerja yang komprehensif mulai dari regulasi dan etika hingga inovasi dan pengembangan talenta. Ini akan memberikan fondasi untuk produktivitas industri yang kuat dan daya saing di pasar global. MarkPlus Conference 2026 menawarkan platform unik untuk membahas dan mengimplementasikan inisiatif tersebut, mempersatukan pemerintah, bisnis, dan komunitas akademik untuk menciptakan ekonomi yang lebih kompetitif dan inovatif.



