Frekuensi 2,6 GHz Akan Sia-sia Jika Hanya Digunakan untuk 5G: Penetrasi Ponsel Rendah
Dalam konteks penerapan telekomunikasi di Indonesia, perdebatan memanas terkait penggunaan pita frekuensi 2,6 GHz secara eksklusif untuk dukungan 5G. Pernyataan terbaru dari Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia menandakan bahwa pendekatan ini mungkin menawarkan manfaat yang terbatas. Kekhawatiran diangkat oleh disparitas geografis dan sosial-ekonomi di berbagai wilayah negara, ditambah dengan rendahnya penetrasi ponsel yang mendukung 5G. Sekretaris Jenderal ATSI Merza Fachys menyoroti bahwa saat ini sekitar 30% ponsel yang ada mendukung 5G, yang berarti sebagian besar penduduk tidak dapat memanfaatkan jaringan baru. Ini membuat investasi dalam teknologi yang tidak sepenuhnya digunakan menjadi tidak layak secara ekonomi. Tantangannya terletak pada menyeimbangkan kebutuhan untuk meningkatkan infrastruktur digital di tengah tantangan yang dinamis. Seperti yang terlihat di negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand, Indonesia perlu mempertimbangkan banyak faktor saat membuat keputusan tentang pengembangan jaringan di masa depan.






