Indonesia Memperkuat Integrasi Digital Haji dan Umrah dengan Arab Saudi
Ibadah haji jamaah Indonesia ke Tanah Suci di Mekah memperoleh pandangan yang lebih modern dan aman melalui upaya integrasi digital antara Indonesia dan Arab Saudi. Pada tahun 2026, Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan program yang bertujuan untuk meningkatkan layanan dan memastikan keselamatan jamaah melalui integrasi sistem digital. Ini akan dicapai dengan menyinkronkan data visa, akomodasi, dan layanan kesehatan. Program ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah sepenuhnya selama berkunjung di Arab Saudi. Moch Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Indonesia, menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk meningkatkan layanan tersebut pada forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Mekah. “Integrasi sistem akan meminimalkan hambatan administratif dan memberikan jamaah pengalaman yang lancar dan aman sepanjang kunjungan mereka,” tambah Yusuf. Program ini juga bertujuan untuk memfasilitasi manajemen kontrak layanan yang lebih transparan menggunakan platform Nusuk Masar. Tujuannya adalah untuk memodernisasi proses dan menghindari penundaan yang timbul dari kemunduran teknis atau administratif. Indonesia juga telah mengusulkan pendekatan yang lebih fleksibel untuk penggantian visa bagi jamaah yang tidak dapat melakukan perjalanan guna memaksimalkan penggunaan kuota. Menteri menekankan pentingnya pendekatan digital tanpa uang tunai untuk denda dan pembayaran biaya guna meningkatkan keamanan dan efisiensi. Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat respons darurat dan meningkatkan efisiensi manajemen secara keseluruhan. Ini adalah langkah penting menuju manajemen Haji yang lebih modern dan terlindungi, yang didukung oleh pemerintah kedua negara.

