Pariwisata Indonesia: Pelajaran dari Vietnam

Industri pariwisata Indonesia, yang telah lama dianggap sebagai salah satu pilar ekonomi, menghadapi tantangan besar. Menurut data ASEAN Statistics Division pada 2024, Indonesia berada di peringkat kelima dalam kunjungan wisatawan mancanegara, tertinggal dari negara seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Penurunan ini mengangkat pertanyaan penting: mengapa Vietnam, yang sebelumnya tertinggal jauh, berhasil mengungguli Indonesia?
Analis Senior NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, mencatat bahwa penting untuk berhenti bergantung hanya pada Bali dan mulai mengembangkan destinasi baru. Vietnam telah menunjukkan hasil yang mengesankan berkat pembangunan infrastruktur yang ambisius, terutama dengan pembangunan Bandara Long Thanh yang dirancang untuk menampung hingga 100 juta penumpang per tahun.
Indonesia perlu menata ulang strateginya untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing seperti Thailand, yang menarik jutaan turis Cina. Tanpa perbaikan dalam aksesibilitas transportasi dan inisiatif baru, Indonesia berisiko tetap menjadi penonton. Tugas mendesak adalah mencari magnet wisata baru dan mengoptimalkan infrastruktur untuk meningkatkan daya tarik negara di pasar pariwisata.
Sandy menambahkan bahwa memecahkan masalah ini adalah kunci untuk merebut kembali posisi terdepan di pasar pariwisata Asia, termasuk memperbaiki jalur, mengurangi biaya transportasi domestik yang tinggi, dan menciptakan keunggulan kompetitif baru untuk menarik wisatawan internasional.






