Sinergi Riset dan Industri Menuju Indonesia Emas 2045

Indonesia memiliki ambisi besar untuk menjadi ‘bangsa emas’ pada tahun 2045, yang menandai seratus tahun kemerdekaannya. Salah satu pendekatan penting untuk mewujudkan visi ini adalah meningkatkan kolaborasi dalam penelitian dan industri. Dalam pertemuan baru-baru ini di Jakarta, kemitraan seperti antara Indonesia dan Jepang disorot sebagai hal yang krusial dalam menciptakan ekosistem bakat ilmiah yang berkelanjutan. Pertemuan tersebut diorganisir di bawah naungan Asosiasi Alumni JSPS dan Komite Peneliti Profesional Indonesia (JAAI & PPI), berfokus pada pentingnya sains dalam mencapai tujuan Indonesia 2045. Herry Jogaswara, Kepala Organisasi Riset Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, mencatat bahwa upaya ilmiah jangka panjang mengarah pada pengembangan teknologi dan metode baru, memperkuat infrastruktur ilmiah negara. Sentimen serupa disampaikan oleh Sukma Surya Kusumah, yang menekankan pentingnya hasil penelitian agar dapat diaplikasikan secara praktis. Menurutnya, inovasi utama harus bertransisi ke industri dan masyarakat. Menarik mitra industri pada tahap awal pengembangan adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan mempermudah komersialisasi. Pentingnya kualitas data untuk penggunaan kecerdasan buatan juga dicatat oleh Rezzy Eko Caraka dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN. Dia menekankan bahwa legalisasi data dan kerangka kerja etika sangat penting. Contoh praktis dari produk inovatif adalah bahan berbasis agokomponen dari sumber daya lokal, yang dipresentasikan oleh Yanuar Sigit Pramana. Sinergi JAAI dan PPI merupakan strategi yang akan memungkinkan Indonesia mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

