Kemenekraf Perkuat Ekosistem Creative Tech, Gandeng East Ventures Hadapi Tantangan Global
Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Indonesia (Kemenekraf) mengambil langkah signifikan untuk memperkuat ekosistem Creative Tech nasional. Di tengah perlambatan investasi global, kementerian telah membentuk kemitraan strategis dengan East Ventures, sebuah firma modal ventura terkemuka di kawasan ini. Union ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif ke tingkat yang lebih tinggi. Menteri Teuku Riefky menekankan pentingnya ekonomi kreatif sebagai mesin baru untuk pertumbuhan nasional. Dia mencatat bahwa kolaborasi dengan pelaku industri dan investor adalah kunci sukses ke arah ini. Pertemuan dengan East Ventures di Jakarta menandai peluncuran program “Dana Ekraf”, yang bertujuan memperluas peluang pendanaan dan investasi dalam ekonomi kreatif. Inisiatif ini juga mendukung pengembangan teknologi inovatif di negara tersebut. Dalam konsep “Sinergi Hexahelix”, kerjasama ini melibatkan keterlibatan badan pemerintah, bisnis, dan ekosistem inovatif. Hal ini akan membantu mengatasi tantangan terkait pembiayaan proyek kreatif. Saat ini, lebih dari 75% dari perusahaan portofolio East Ventures berlokasi di Indonesia. Dengan populasi besar dan penetrasi internet yang tinggi, negara ini tetap menjadi pasar yang menarik untuk startup digital dan berorientasi teknologi. Dengan dukungan ini, direncanakan penciptaan sejumlah besar pekerjaan baru dan peningkatan pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, dampak ekonomi dan sosial dari pelaksanaan program ini akan signifikan dan datang pada saat yang strategis penting bagi negara.






