Hanya 17% Perempuan Indonesia Bekerja di Sektor Teknologi

Meskipun Indonesia sedang bergerak cepat menuju ekonomi digital, partisipasi perempuan dalam industri teknologi tetap minimal, hanya 17% perempuan yang saat ini bekerja di bidang ini. Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Teknologi Digital (Kemkomdigi), aktif berupaya memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pengetahuan dan kemajuan karier di bidang teknologi. Menteri Komunikasi dan Teknologi Digital Meutya Hafid menyoroti bahwa meningkatkan partisipasi perempuan dalam sains dan teknologi bukan hanya isu kesetaraan gender, tetapi juga penting untuk memperkuat ekonomi digital negara. Diproyeksikan bahwa Indonesia akan membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030, dengan kekurangan saat ini sekitar tiga juta. Meutya Hafid menyatakan bahwa untuk mengatasi masalah ini diperlukan akses pendidikan dan kesempatan karir yang lebih luas dan adil bagi perempuan. Dia menekankan pentingnya mengatasi fenomena ‘leaky pipeline’, di mana perempuan meninggalkan industri teknologi. Program AWS Girls’ Tech Day yang baru-baru ini diadakan di Bekasi menargetkan masalah ini dengan menyediakan berbagai peluang belajar dan penerapan keterampilan praktis dalam AI, pemrograman, dan robotika untuk 400 siswa perempuan.




