Banner

Investasi di Surga

Vila dengan imbal hasil tinggi di Bali dengan ROI hingga 15%

Kembali ke Berita
Properti2 months ago

YLKI Menuntut Koreksi Program Perumahan

10 Februari 2026
mnt baca
YLKI Menuntut Koreksi Program Perumahan

Program perumahan di Indonesia mendapat sorotan dari YLKI, organisasi perlindungan konsumen, yang menyatakan bahwa tanpa analisis permintaan yang memadai, program saat ini mungkin tidak memenuhi harapan. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menyatakan bahwa indikator yang ada tidak menunjukkan dengan jelas permintaan riil akan perumahan.

Dia menekankan bahwa 9,8 juta keluarga tidak memiliki rumah sendiri, sementara sekitar 20 juta tinggal dalam kondisi yang tidak layak. Kekhawatiran khusus adalah situasi dari 6 juta keluarga yang tinggal di rumah sewaan, menjadikan mereka yang paling rentan. Hamzah menyerukan reformasi sistem manajemen dan menekankan bahwa perumahan harus dianggap sebagai hak, bukan komoditas.

Perwakilan industri menunjukkan bahwa sektor ini berada di bawah tekanan dari perlambatan ekonomi dan kebijakan yang tidak jelas. Meskipun ada upaya yang ada, pasar menghadapi tantangan seperti melemahnya daya beli dan pembatasan regulasi.

Sementara itu, peluang baru seperti pengembangan perumahan Islam semakin terbuka. Proyek ini berdasarkan prinsip syariah, menawarkan alternatif untuk skema perumahan tradisional. Selain itu, BP Tapera melaporkan hasil positif dan rencana baru untuk tahun 2026.

Dalam konferensi Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera), masalah yang terus berlanjut di industri real estat disoroti. Pada saat yang sama, Anugerah Forwapera 2026 dipresentasikan, mengakui kontribusi dan upaya dari berbagai peserta di sektor ini, termasuk asosiasi pengembang, lembaga keuangan, dan regulator.