Pasar Properti Bekasi Diprediksi Tumbuh pada 2026

Pasar properti Bekasi di Jawa Barat diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2026 berkat aktivitas ekonomi, pengembangan infrastruktur, dan insentif pemerintah. Bekasi tetap menjadi lokasi prospektif untuk perumahan, terutama menarik bagi kelas menengah, milenial, dan profesional muda. Pertumbuhan ekonomi di wilayah ini didukung oleh zona industri dan peningkatan daya beli konsumen.
Laporan Cushman & Wakefield menyoroti Bekasi sebagai area yang menjanjikan untuk pengembangan properti pada tahun 2025, dengan peningkatan pasokan hunian sebesar 12% pada tahun lalu. Tingkat penjualan properti di Bekasi mencapai 95,8%, tertinggi kedua setelah Karawang.
Menurut Ardian Hendra, Manajer Umum Harmoni Park Group, sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, Bekasi menjadi rumah bagi ribuan perusahaan manufaktur nasional dan multinasional. Aktivitas industri ini menciptakan lapangan kerja yang signifikan, mendorong urbanisasi dan pertumbuhan sektor pendukung seperti perdagangan, jasa, dan properti.
Pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, termasuk jaringan tol, akses logistik, dan transportasi publik, memperkuat posisi Bekasi sebagai area hunian strategis yang mendukung Jakarta. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di daerah juga tercermin dalam kenaikan signifikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi.
Selain faktor ekonomi, kebijakan pemerintah juga meningkatkan optimisme pasar. Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan adalah faktor signifikan yang membantu warga. Langkah-langkah ini secara signifikan mengurangi beban pajak pembelian rumah hingga 16% dari nilai total transaksi.






