Banner

Investasi di Surga

Vila dengan imbal hasil tinggi di Bali dengan ROI hingga 15%

Kembali ke Berita
Properti2 months ago

BTN Salurkan 5,97 Juta Kredit Perumahan Rp555 Triliun, Mayoritas untuk MBR

17 Februari 2026
mnt baca
BTN Salurkan 5,97 Juta Kredit Perumahan Rp555 Triliun, Mayoritas untuk MBR

Perkembangan signifikan di sektor real estat Indonesia muncul saat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengumumkan penyaluran 5,97 juta kredit perumahan senilai Rp555,11 triliun. Inisiatif ini berdiri sebagai kontribusi substantif dalam mendukung keluarga di seluruh Indonesia selama 76 tahun terakhir. Mayoritas kredit ini diarahkan pada hipotek bersubsidi untuk warga berpenghasilan rendah (MBR).

CEO BTN Nixon L. P. Napitupulu menekankan tidak hanya signifikansi historis tetapi juga strategis dari peran mereka dalam memajukan sektor perumahan di negara ini. Perjalanan bank dimulai tahun 1950 dan itu muncul sebagai pemimpin nasional dengan menyediakan hipotek pertama pada tahun 1976. Ini mengubah pembiayaan perumahan menjadi kompetensi inti perusahaan. Sejak saat itu, BTN aktif terlibat dalam merangsang pertumbuhan sektor properti.

Menurut data perusahaan, dari tahun 1976 hingga Desember 2025, BTN mengeluarkan 5.976.874 kredit perumahan secara nasional. Kontribusi utama datang dari hipotek bersubsidi, yang mencapai 4,4 juta unit senilai Rp300,99 triliun, termasuk 4,06 juta hipotek konvensional dan 338.097 unit hipotek syariah.

Di luar pembiayaan perumahan, BTN juga menawarkan layanan seperti Kredit Jaminan Rumah (KAR) dan Kredit Bangun Rumah (KBR), mencakup 262.876 unit senilai Rp35,5 triliun, berkontribusi secara signifikan pada kepemilikan rumah warga.

Umpan balik positif juga mengalir dari Asosiasi Real Estat Indonesia (REI), yang ketuanya, Joko Suranto, mencatat bahwa BTN adalah pilar utama dalam sistem pembiayaan perumahan nasional, membantu tidak hanya konsumen tetapi juga pengembang.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah, juga menyoroti pentingnya BTN dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah, terutama di segmen pinjaman bersubsidi. Dia mencatat pentingnya layanan perbankan tidak hanya sebagai sumber pendanaan tetapi juga sebagai sarana untuk mendukung stabilitas arus kas untuk proyek-proyek yang sedang berlangsung.