Banner

Investasi di Surga

Vila dengan imbal hasil tinggi di Bali dengan ROI hingga 15%

Kembali ke Berita
Politik3 months ago

MBG menguras APBN dan menyebabkan keracunan massal di kalangan siswa

31 Desember 2025
2 mnt baca

Program ‘Makan Bergizi Gratis’ (MBG) di Indonesia, diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, menghadapi tantangan besar. Tujuan MBG adalah untuk meningkatkan standar gizi anak-anak di seluruh negeri. Namun, mulai Januari 2025, program ini menghadapi hambatan besar karena alokasi anggaran yang tidak efektif dan berbagai kasus keracunan massal di kalangan siswa. Awalnya, MBG didanai dengan 71 triliun rupiah untuk mencapai 82,9 juta anak. Permintaan tambahan 100 triliun rupiah dari APBN menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan program dan kemampuan untuk memanfaatkan anggaran sebesar itu secara efektif. Masalah mulai muncul seketika—dengan laporan keracunan massal di beberapa sekolah pada 11 Januari. Dilaporkan bahwa lebih dari 20.000 siswa mengalami gejala keracunan, sehingga memicu peninjauan kembali dasar-dasar proyek. Masalah tidak hanya terkait dengan pelaksanaan yang buruk tetapi juga dengan konten program, karena siswa diberikan makanan olahan yang tinggi. Para ahli mencatat bahwa praktik ini tidak mendukung tujuan program dan bahkan dapat membahayakan kesehatan anak. Presiden Prabowo, di pihaknya, terus membela proyek ini, mengutip dampak jangka panjangnya terhadap ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja. Namun, kritik publik terus berkembang, termasuk di antara politisi yang berpendapat bahwa program ini tidak terkendali. Rencana untuk 2026 termasuk peningkatan keterlibatan bisnis lokal dan reformasi menu sekolah agar sesuai dengan tujuan gizi sehat.