Indonesia Pastikan KTT D-8 Tak Bahas Isu Politik Sensitif

Dalam pengarahan di Jakarta, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Indonesia, Tri Tharyat, memastikan bahwa KTT D-8 mendatang akan fokus pada kerja sama ekonomi dan pembangunan, menghindari topik politis yang sensitif. Pendekatan ini berasal dari pengalaman masa lalu dimana diskusi politik menyebabkan ketidakefisienan organisasi.
Dengan Indonesia memimpin D-8 hingga 2027, fokus untuk menghindari debat politik bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi di antara anggotanya. Organisasi tetap berkomitmen pada kerjasama praktis dan pengembangan ekonomi sebagai kunci keberlanjutan jangka panjang.
Diskusi tentang inisiatif seperti pembentukan zona ekonomi khusus menunjukkan bahwa tidak semua anggota siap untuk penerapan cepat, namun Indonesia memfasilitasi pengembangan prinsip panduan bagi badan pemerintahan negara anggota.
Dengan demikian, D-8 terus berfungsi sebagai platform untuk kerja sama ekonomi, menjauh dari isu-isu yang mungkin menyebabkan perpecahan di antara pesertanya.

