Ketahanan Ekonomi Indonesia di Akhir 2025
Pada akhir 2025, Kementerian Keuangan Indonesia menyoroti bahwa ketahanan ekonomi negara ini tetap kuat meskipun menghadapi tantangan global. Faktor-faktor utama yang mendukung kekuatan ini mencakup pertumbuhan sektor manufaktur yang ekspansif, inflasi yang terkendali, dan surplus perdagangan yang konsisten. Pada 2025, kinerja ekonomi Indonesia patut diapresiasi. Terutama, PMI manufaktur meningkat menjadi 51,2, menunjukkan pertumbuhan selama lima bulan berturut-turut, didorong oleh permintaan domestik yang kuat, tingkat ketenagakerjaan, dan pembelian bahan baku. Neraca perdagangan Indonesia juga menunjukkan surplus yang konsisten sejak Mei 2020, mencapai USD 38,54 miliar dari Januari hingga November 2025. Ekspor tumbuh sebesar 5,61%, terutama didukung oleh industri manufaktur dengan pertumbuhan 10,41%, mencerminkan peningkatan nilai tambah dalam ekspor nasional. Impor juga meningkat sebesar 2,03%, terutama karena barang modal. Untuk lebih memperkuat posisinya, pemerintah berencana meningkatkan pemrosesan sumber daya alam lebih lanjut, memperkuat daya saing produk ekspor, dan mendiversifikasi mitra dagang utama.

