Banner

Investasi di Surga

Vila dengan imbal hasil tinggi di Bali dengan ROI hingga 15%

Kembali ke Berita
Bisnis2 months ago

Bappenas dan IGCN Mempercepat Transisi Ekonomi Sirkular

14 Februari 2026
mnt baca

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas) dan Jaringan Global Compact PBB Indonesia (IGCN) bekerja sama untuk mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular dengan meluncurkan Dialog Eksekutif Ekonomi Sirkular 2026. Acara yang digelar di Gedung BJ Habibie ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pemimpin bisnis, dan mitra ekosistem untuk membahas strategi mempromosikan ekonomi sirkular sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi masa depan negara.

Transformasi ini sangat penting untuk mencapai pertumbuhan inklusif, meningkatkan daya saing nasional, dan mencapai target emisi net-zero pada 2060 serta strategi pengembangan rendah karbon. Bappenas memperkirakan bahwa penerapan ekonomi sirkular dapat berkontribusi hingga Rp 638 triliun terhadap PDB nasional pada tahun 2030 dan menciptakan lebih dari 4,4 juta lapangan kerja hijau.

Presiden IGCN, YW Junardy, menekankan peran strategis sektor swasta dalam mendorong transisi menuju model ekonomi berkelanjutan. Dia menyatakan bahwa ekonomi sirkular bukan hanya agenda lingkungan tetapi juga peluang bisnis yang dapat menciptakan nilai jangka panjang.

Dalam acara ini juga diluncurkan Kelompok Kerja Ekonomi Sirkular, sebagai platform untuk inovasi dan dialog kebijakan di sektor bisnis.

Sepanjang forum, peserta berdiskusi tentang tantangan pembiayaan, kesiapan teknologi, harmonisasi kebijakan, dan perubahan perilaku konsumen, menyoroti peran kepemimpinan bisnis yang tidak ternilai dalam transformasi ini.